Sarolangun - Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Sarolangun mematangkan berbagai persiapan dalam menyambut Bulan Suci Ramadan. Persiapan dilakukan secara menyeluruh, baik dari segi keamanan maupun pembinaan kepribadian warga binaan, guna memastikan pelaksanaan ibadah berjalan aman, tertib, dan khusyuk.



Dari aspek keamanan, jajaran petugas melaksanakan razia dan penggeledahan di seluruh blok hunian warga binaan. Kegiatan ini dilakukan secara rutin dan intensif sebagai langkah deteksi dini untuk mencegah masuknya barang-barang terlarang serta menjaga stabilitas keamanan di dalam lapas. Selain itu, penguatan pengawasan juga dilakukan dengan meningkatkan kontrol pada jam-jam rawan serta optimalisasi penjagaan di setiap blok.


Tim kesehatan lapas turut berperan aktif dengan melakukan pemeriksaan kesehatan bagi warga binaan. Pemeriksaan ini bertujuan memastikan kondisi fisik warga binaan dalam keadaan prima sehingga dapat menjalankan ibadah puasa dengan baik. Petugas medis juga disiagakan untuk mengantisipasi gangguan kesehatan selama Ramadan.



Dalam rangka pembinaan kerohanian, Lapas Sarolangun telah menyusun sejumlah kegiatan keagamaan yang akan dilaksanakan setiap hari selama Ramadan. Kegiatan tersebut meliputi pesantren kilat, tadarus Al-Qur’an, salat tarawih berjamaah, serta berbagai kegiatan pembinaan lainnya yang bertujuan meningkatkan keimanan dan ketakwaan warga binaan.


Pelaksanaan salat tarawih akan mendapat perhatian khusus dari segi pengamanan. Pada kegiatan ini dilakukan penambahan personel penjagaan guna memastikan kegiatan berjalan aman dan tertib. Selain itu, staf yang sesuai jadwal piket, baik dari regu pengamanan maupun staf teknis, turut mendampingi jalannya ibadah.


Untuk malam pertama salat tarawih, kegiatan akan diikuti terlebih dahulu oleh warga binaan Blok Andalas, kemudian secara bergiliran akan diikuti oleh blok-blok lainnya pada malam berikutnya.


Kepala Seksi Bimbingan Narapidana dan Anak Didik (Kasibinadik) Lapas Sarolangun, Jonerwan, menyampaikan bahwa kesiapan keamanan dan pembinaan menjadi prioritas utama dalam menyambut Ramadhan.

“Bahwasanya pembinaan dan keamanan itu yang paling penting. Mudah-mudahan kita semua diberi kesehatan dan kelancaran dalam bertugas dan juga lapas kita ini berada dalam kondisi aman dan kondusif,” ujarnya.


Dengan berbagai persiapan tersebut, Lapas Sarolangun berharap seluruh rangkaian ibadah dan kegiatan pembinaan selama Ramadan dapat berjalan lancar serta membawa dampak positif bagi warga binaan dalam memperbaiki diri dan meningkatkan kualitas spiritual.

Lapas Sarolangun Matangkan Persiapan Sambut Ramadhan 1447 H, Perkuat Keamanan dan Pembinaan

Sarolangun – Dalam rangka menyambut datangnya Bulan Suci Ramadhan yang tidak berapa hari lagi, jajaran petugas dan peserta magang Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Sarolangun menggelar kegiatan kerja bakti bersih-bersih sarana dan prasana tempat ibadan bersama warga binaan di Masjid At-Taubah milik Lapas Sarolangun dan Masjid Nurul Iman milik warga masyarakat RT 17 Kelurahan Aur Gading. Kegiatan ini menjadi wujud kepedulian sosial sekaligus bentuk pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan sebelum memasuki bulan penuh berkah.



Kegiatan kerja bakti tersebut dipimpin langsung oleh Kepala Lapas Sarolangun, pejabat struktural, staf, peserta magang serta warga binaan yang telah melalui proses asesmen dan dinyatakan memenuhi syarat untuk terlibat dalam kegiatan luar tembok. Pelibatan warga binaan ini tidak hanya sebagai bentuk pembinaan kemandirian dan tanggung jawab sosial, tetapi juga sebagai sarana menumbuhkan rasa kepedulian terhadap lingkungan dan tempat ibadah.


Sejak pagi hari, seluruh peserta kerja bakti tampak antusias melaksanakan kegiatan yang difokuskan pada pembersihan halaman dan area dalam dan luar masjid. Kegiatan meliputi penyapuan dan pembersihan halaman, perapian taman sekitar, pembersihan tempat wudhu, hingga pengepelan serta penataan kembali perlengkapan ibadah di dalam Masjid. Suasana kebersamaan terlihat jelas ketika petugas dan warga binaan bekerja berdampingan, saling membantu menyelesaikan setiap bagian pekerjaan.



“Kegiatan kerja bakti ini bukan hanya sekadar membersihkan tempat ibadah, tetapi juga menjadi momentum untuk menanamkan nilai kebersamaan, kepedulian, dan tanggung jawab sosial kepada warga binaan. Kami ingin mereka belajar bahwa keberadaan mereka tetap dapat memberikan manfaat positif bagi masyarakat,” ujar Kalapas Sarolangun Ibnu Faizal.



Melalui kegiatan kebersihan ini, jajaran petugas Lapas Sarolangun menunjukkan komitmen untuk terus menghadirkan pembinaan yang humanis dan berdampak nyata. Selain menciptakan lingkungan tempat ibadah yang bersih dan nyaman menjelang Ramadhan, kegiatan ini juga menjadi sarana pembelajaran bagi warga binaan untuk meningkatkan kesadaran spiritual dan sosial.



Dengan semangat gotong royong dan kebersamaan, kerja bakti di Masjid At-Taubah dan Masjid Nurul Iman diharapkan dapat menjadi langkah awal menyambut Ramadhan 1447 Hijiriah dengan hati yang bersih, lingkungan yang terawat, serta komitmen bersama untuk terus menebarkan kebaikan di tengah masyarakat.






Songsong Ramadhan 1447 Hijriah, Keluarga Besar Lapas Sarolangun Goro Bersihkan Masjid


Sarolangun — Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Sarolangun Kembali menggelar kegiatan bakti sosial berupa pemeriksaan kesehatan dan pengobatan gratis bagi masyarakat sekitar Lapas, Rabu (11/2). Kegiatan ini dilaksanakan di area parkir pengunjung, giat ini sebagai wujud kepedulian sosial institusi terhadap kesehatan masyarakat sekaligus mempererat hubungan antara Lapas dan warga setempat.



Sejak pagi hari, warga sekitar serta pengunjung Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) yang datang ke Lapas Sarolangun tampak antusias mendatangi lokasi pelayanan kesehatan. Mereka mendapatkan layanan pemeriksaan tekanan darah, konsultasi kesehatan, serta pengobatan dasar secara gratis. Tim medis dari klinik Lapas Sarolangun dibantu oleh petugas terkait melayani masyarakat dan pengunjung dengan ramah dan profesional.


Kegiatan ini dimaksud untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kesehatan serta memberikan akses layanan kesehatan bagi warga maupun keluarga WBP yang membutuhkan. Selain itu, bakti sosial ini juga menjadi aksi nyata kontribusi Lapas Sarolangun dalam mendukung kesehatan masyarakat di lingkungan sekitarnya.



Dokter di Klinik Lapas Sarolangun Lia Utami, menyampaikan bahwa kegiatan ini diharapkan bisa memberi bermanfaat bagi masyarakat dan pengunjung WBP. 


“Melalui bakti sosial ini, kami berharap dapat membantu masyarakat sekitar serta keluarga dan pengunjung WBP dalam memantau kondisi kesehatannya. Banyak yang jarang melakukan pemeriksaan rutin, sehingga kegiatan seperti ini menjadi kesempatan baik untuk mendeteksi dini berbagai masalah kesehatan. Kami berkomitmen untuk terus mendukung program kesehatan yang bermanfaat bagi masyarakat,” ujar Lia.


Kegiatan bakti sosial berjalan dengan lancar dan mendapatkan apresiasi positif dari warga serta pengunjung WBP. Ke depan, Lapas Sarolangun berencana untuk mengadakan program serupa secara berkelanjutan sebagai bentuk kepedulian sosial dan pelayanan kepada masyarakat.

Masyarakat dan Keluarga WBP Serbu Stand Pemeriksaan Kesehatan Gratis Lapas Sarolangun

Sarolangun — Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Sarolangun melaksanakan kegiatan pemeliharaan aset milik Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) berupa pembersihan area sekitar bangunan bekas Rumah Tahanan (Rutan) Sarolangun Bangko (Sarko), Senin (9/2/2026).



Kegiatan pemeliharaan ini melibatkan para Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Lapas Kelas IIB Sarolangun yang langsung dipimpin oleh Kepala Lapas Kelas IIB Sarolangun, jajaran pegawai, serta peserta magang. Pembersihan difokuskan pada area sekitar bangunan untuk menjaga kebersihan, kerapian, dan kelestarian aset negara agar tetap terawat dan tidak terbengkalai.


Kepala Lapas Kelas IIB Sarolangun, Ibnu Faizal, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk komitmen jajaran Lapas Sarolangun dalam menjaga dan memelihara Barang Milik Negara (BMN) yang berada di bawah tanggung jawab Kemenimipas.



“Pemeliharaan aset negara adalah tanggung jawab bersama. Melalui kegiatan ini, kami ingin memastikan bahwa bangunan eks Rutan Sarko tetap terjaga kondisinya, sekaligus memberikan pembinaan positif kepada WBP melalui kegiatan kerja yang bermanfaat,” ujar Ibnu Faizal.


Ia juga menambahkan bahwa keterlibatan WBP dalam kegiatan tersebut menjadi bagian dari pembinaan kemandirian dan penanaman rasa tanggung jawab terhadap lingkungan sekitar.


Sementara itu, Kepala Urusan Umum, Robert Sandria, menjelaskan bahwa kegiatan pembersihan ini merupakan langkah preventif untuk menjaga nilai dan fungsi aset agar tetap optimal.


“Pemeliharaan rutin seperti ini penting agar aset negara tidak mengalami kerusakan akibat lingkungan dan waktu. Dengan kondisi yang bersih dan terawat, aset BMN tetap memiliki nilai guna dan siap dimanfaatkan sesuai kebutuhan ke depan,” jelas Robert.


Dengan adanya kegiatan pemeliharaan ini, Lapas Kelas IIB Sarolangun berharap pengelolaan aset Kemenimipas dapat berjalan lebih tertib, efektif, dan berkelanjutan, serta memberikan dampak positif bagi pembinaan WBP dan lingkungan sekitar.


Agar Nilai Guna Tetap Terjaga, Kalapas Sarolangun Kerahkan Jajaran dan WBP Pelihara Aset Kemenimipas


SarolangunDalam upaya mendukung program ketahanan pangan nasional, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Sarolangun kembali melaksanakan kegiatan panen hasil pembinaan kemandirian berupa ikan patin dan sayur kangkung. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada hari Rabu, 04 Januari 2026 bertempat di area lahan ketahanan pangan Lapas Sarolangun.



Pada kegiatan panen kali ini, berhasil dipanen sebanyak 50 kilogram ikan patin dari kolam budidaya milik Lapas. Hasil panen tersebut langsung disalurkan ke dapur pendomama untuk memenuhi kebutuhan konsumsi warga binaan pemasyarakatan (WBP) dalam sekali makan. Selain ikan patin, para WBP juga melakukan panen kangkung sebanyak 60 kilogram yang ditanam di area perkebunan Lapas.


Seluruh proses panen dilakukan secara langsung oleh WBP yang tergabung dalam program pembinaan kemandirian. Kegiatan ini bertujuan untuk melatih keterampilan, kedisiplinan, serta menumbuhkan semangat produktivitas bagi para WBP selama menjalani masa pembinaan.



Pelaksanaan kegiatan panen tersebut berlangsung dengan tertib dan terarah di bawah pengawasan langsung Sudomo selaku Kepala Subseksi Kegiatan Kerja (Kasubsi Giatja) dan M. Juliardi Kurniawan sebagai petugas pembina kegiatan.


Kasubsi Kegiatan Kerja, Sudomo, menyampaikan apresiasinya terhadap keberhasilan panen ini. “Dengan adanya sentra ketahanan pangan ini, Lapas Sarolangun dapat berkontribusi untuk melaksanakan program Bapak Presiden melalui Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas), khususnya dalam mendukung ketersediaan pangan yang mandiri dan berkelanjutan,” ujarnya.



Menurutnya, program ketahanan pangan di Lapas Sarolangun tidak hanya bermanfaat untuk memenuhi kebutuhan internal, tetapi juga menjadi sarana pembinaan yang efektif bagi WBP agar memiliki keterampilan yang dapat dimanfaatkan setelah kembali ke masyarakat.


Kegiatan panen ini merupakan salah satu bentuk nyata komitmen Lapas Sarolangun dalam mendukung ketahanan pangan sekaligus mengoptimalkan pembinaan kemandirian bagi WBP. Ke depannya, program serupa akan terus dikembangkan agar dapat memberikan manfaat yang lebih luas, baik bagi lingkungan Lapas maupun masyarakat sekitar.

Dukung Ketahanan Pangan, WBP Lapas Sarolangun Kembali Panen Ikan Patin dan Sayur Kangkung

Sarolangun – Tim Pengamat Pemasyarakatan (TPP) Lapas Kelas IIB Sarolangun melaksanakan sidang usulan penetapan tamping pekerja bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP), Selasa (03/02). Kegiatan ini bertujuan untuk menyeleksi WBP yang dinilai layak dan memenuhi syarat untuk membantu tugas-tugas operasional di lingkungan Lapas, khususnya pada bidang kebersihan, kerapian kantor, penataan halaman, serta area sekitar brandgang.


Sebanyak 19 orang WBP diusulkan untuk menjadi tamping pekerja setelah melalui berbagai tahapan seleksi yang ketat. Proses seleksi meliputi penilaian administrasi, perilaku selama menjalani masa pidana, kedisiplinan, serta kesesuaian kemampuan dengan bidang pekerjaan yang dibutuhkan. Selain itu, para WBP juga diwajibkan melengkapi persyaratan berupa jaminan keluarga yang dibuktikan dengan fotokopi KTP penjamin.


Sidang TPP dipimpin langsung oleh Ketua TPP, Jonerwan, didampingi Arsyad selaku sekretaris, serta anggota TPP lainnya yaitu Zulharpendi, Ade Putra, Jayandi, dan Yudiyanto. Dalam sidang tersebut, seluruh berkas dan rekomendasi WBP dibahas secara mendalam untuk memastikan bahwa calon tamping benar-benar memenuhi kriteria yang telah ditetapkan.


Meskipun telah direkomendasikan oleh TPP, keputusan akhir terkait penetapan tamping tetap berada di tangan Kepala Lapas. Hal ini dilakukan untuk menjamin bahwa penunjukan tamping benar-benar objektif, transparan, dan sesuai dengan kebutuhan organisasi.


Jonerwan selaku Ketua TPP sekaligus Kepala Seksi Pembinaan Narapidana dan Anak Didik (Kasibnadik) menegaskan bahwa penunjukan tamping tidak hanya dilihat dari kelengkapan administrasi semata. “Yang terpenting, tamping yang diusulkan harus memiliki inovasi, semangat kerja, serta tanggung jawab yang tinggi. Mereka diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata dalam mendukung kebersihan dan ketertiban lingkungan Lapas,” ujarnya.


Lebih lanjut disampaikan bahwa keberadaan tamping pekerja juga akan berdampak positif bagi WBP itu sendiri. Nantinya, kinerja dan perilaku tamping akan menjadi salah satu bahan penilaian dalam proses pengurusan hak integrasi seperti pembebasan bersyarat, cuti bersyarat, maupun cuti menjelang bebas.


Dengan adanya penambahan tamping pekerja ini, diharapkan pelaksanaan tugas pemeliharaan kebersihan dan kerapian lingkungan Lapas Kelas IIB Sarolangun dapat berjalan lebih optimal. Program ini juga menjadi bagian dari upaya pembinaan kemandirian WBP agar lebih disiplin, bertanggung jawab, dan memiliki keterampilan yang bermanfaat setelah kembali ke masyarakat.

TPP Lapas Sarolangun Gelar Seleksi Usulan Tamping Pekerja Secara Ketat dan Transparan


Sarolangun - Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Kelas IIB Sarolangun, Ibnu Faizal, menyerahkan 3 penghargaan  dari Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Kanwil Ditjenpas) Jambi kepada jajaran petugas Lapas Sarolangun disela-sela pelaksanaan apel pagi petugas, (02/02). Penyerahan penghargaan ini sebagai bentuk apresiasi pimpinan kepada jajaran atas kinerja yang telah di tunaikan.


Sebagai informasi Jajaran PetugasLapas Sarolangun berhasil meraih tiga penghargaan sekaligus, yakni sebagai Unit Pelaksana Teknis Pemasyarakatan Terbaik II kategori Pelaksanaan Penggeledahan Blok Hunian Terbanyak Tahun 2025. Selain itu, Lapas Sarolangun juga meraih predikat Unit Pelaksana Teknis Pemasyarakatan Terbaik III kategori Peningkatan Pelayanan Kesehatan Tahun 2025, serta Unit Pelaksana Teknis Pemasyarakatan Terbaik III kategori Penyelenggaraan Kehumasan Teraktif dan Terinformatif Tahun 2025.



Kalapas Sarolangun, Ibnu Faizal, menyampaikan bahwa capaian tersebut merupakan hasil kerja keras dan sinergi seluruh jajaran dalam menjalankan tugas pengamanan dan pelayanan pemasyarakatan.


"Penghargaan dari Kanwil Ditjenpas Jambi ini menjadi bukti bahwa Lapas Sarolangun mampu menunjukkan kinerja yang optimal. Saya berharap prestasi ini dapat terus dipertahankan dan ditingkatkan sebagai wujud komitmen kami dalam memberikan pelayanan terbaik,” ujar Ibnu Faizal.


Dokter Lapas Sarolangun Lia Utami yang juga menerima penghargaan mengungkapkan rasa syukur dan kebanggaannya atas penghargaan yang diraih. Menurutnya, penghargaan di bidang keperawatan ini menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan dan perawatan kepada Warga Binaan.



“Penghargaan ini menjadi penyemangat bagi kami dan seluruh jajaran keperawatan untuk terus memberikan pelayanan kesehatan dan perawatan Warga Binaan. Ini adalah hasil kerja tim dan dukungan pimpinan,” ungkap Lia.


Melalui capaian prestasi tersebut, Lapas Kelas IIB Sarolangun menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan profesionalisme, akuntabilitas, serta kualitas pelayanan pemasyarakatan sesuai dengan arahan Kanwil Ditjenpas Jambi.

Serahkan 3 Penghargaan Dari Ditjenpas Jambi, Kalapas Sarolangun : Semoga Bisa Sama-sama Kita Tingkatkan Prestasi ini


Sarolangun — Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Sarolangun dan jajaran, berhasil menggondol tiga penghargaan dari Kantor Wilayah Direktorat Pemasyarakatan Jambi, Kamis (29/01).

 

Penghargaan ini diserahkan langsung oleh Kakanwil Ditjenpas Jambi Irwan Rahmat Gumilar disela-sela pelaksanaan penandatanganan Komitmen Bersama seluruh Kepala Unit Pelaksana Teknis Pemasyarakatan Se-Kanwil Ditjenpas Jambi.

 


Tiga penghargaan tersebut diantaranya, Penghargaan Bidang Kehumasan Kategori Teraktif dan Terinformatif Tahun 2025, Bidang Keswat Kategori Peningkatan Pelayanan Kesehatan Tahun 2025, dan Bidang Pengamanan Kategori Razia Penggeledahan Blok Hunian Terbanyak Tahun 2025.

 

Kalapas Sarolangun Ibnu Faizal yang hadir secara langsung menerima penghargaan tersebut mengaku bangga dan memberi apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh jajaran petugas Lapas Sarolangun.

 

“Alhamdulillah pada tahun ini, Lapas Kelas IIB Sarolangun berhasil gondol 3 penghargaan Bidang Kehumasan, Kesehatan dan Perawatan serta Pengamanan, semoga Saya dan seluruh jajaran tidak jumawa dan besar kepala namun menjadi pemicu untuk berbuat yang lebih baik lagi. Penghargaan ini adalah akibat positif bukanlah tujuan utama, karena yang utama itu adalah memberikan pengabdian dan bakti secara prima kepada masyarakat, bangsa dan negara,” ujar Ibnu.

 


Lanjut Ibnu, penghargaan ini bukan karena kepala Lapas seorang Superman yang one man one show, tetapi merupakan kolaborasi, harmoni, sinergitas, kerja keras dan soliditas dari seluruh pegawai dalam pelaksanaan Tupoksi yang ada di Lapas Sarolangun.

 

“Pemberian Apresiasi kinerja ini, merupakan usaha dan kerja sama seluruh pegawai Lapas Sarolangun dalam melaksanakan tugas kedinasan secara terukur dan terarah yang sejalan dengan visi misi organisasi, sehingga mampu memberi manfaat dan pemenuhan target kinerja secara maksimal,” ujarnya.

 

“Kami akan berupaya lebih baik lagi kedepannya untuk mempertahankan dan meningkatkan capaian prestasi ini,” pungkasnya.




Lapas Sarolangun Sabet 3 Penghargaan Dari Kanwil Ditjenpas Jambi, Kalapas : Hasil Jerih Payah Semua Petugas


Sarolangun — Kepala Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Sarolangun dan jajaran hari ini (29/01), mengikuti kegiatan Refreshment Retreat Pemasyarakatan Wilayah Jambi yang diselenggarakan oleh Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Kanwil Ditjenpas) Jambi. Kegiatan tersebut berlangsung di Lapangan Balai Pelatihan Pertanian (BPP) Jambi, sebagai bagian dari upaya memperkuat kebersamaan dan soliditas jajaran pemasyarakatan.


Kegiatan diawali dengan senam pagi bersama yang diikuti seluruh peserta Retreat Pemasyarakatan dengan penuh antusias. Selanjutnya, rangkaian acara diisi dengan pembagian kelompok, yel-yel, permainan tim, serta sesi kebersamaan yang bertujuan meningkatkan komunikasi dan kekompakan antarpegawai pemasyarakatan di wilayah Jambi.


Kakanwil Ditjenpas Jambi Irwan Rahmat Gumilar mengatakan bahwa melalui kegiatan Refreshment Retreat ini, diharapkan seluruh jajaran pemasyarakatan lingkup kanwil ditjenpas Jambi semakin solid, memiliki semangat kerja yang positif, serta siap meningkatkan kinerja dan pelayanan pemasyarakatan yang humanis dan berkualitas.



Sementara itu Kalapas Sarolangun Ibnu Faizal yang juga hadir dalam giat tersebut bersama 4 orang staf mengatakan bahwa kegiatan Refreshment Retreat ini sangat bermanfaat sekali bagi jajaran pemasyarakatan terutama untuk delegasi jajaran petugas Lapas Sarolangun giat ini sebagai wahana penyegaran, pelatihan fisik, mental, dan disiplin (FMD) bagi petugas untuk memperkuat kekompakan dan integritas.


"Semoga kegiatan ini bisa kami laksanakan juga diinternal Lapas Sarolangun, sebagai wahana refresh dan membangun kekerabatan, keakraban, dan keharmonisan antar petugas sehingga secara tidak langsung berdampak bagi pelaksanaan kinerja pelayanan kepada masyarakatan dan WBP," ujar Ibnu.



Sementara itu Kepala Urusan Umum Lapas Sarolangun Robert Sandria ketika dikonfirmasi menjelaskan bahwa kegiatan Refreshment Retreat kali ini dikemas dalam bentuk outbound, river tubing, pelatihan fisik, mental, dan disiplin (FMD), serta kegiatan yang bertujuan memperkuat sinergi.


"Sangat bermanfaat untuk meningkatkan kebersamaan antar sesama petugas pemasyarakatan. dan juga sebagai wahana penyegaran dari penatnya rutinitas pekerjaan sehari-hari," ujarnya.



Ikuti Giat Refreshment Retreat, Kalapas Sarolangun : Semoga Berdampak Positif Pelayanan Kepada Masyarakat


Sarolangun - Jajaran Petugas Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Sarolangun terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung program ketahanan pangan melalui pemanfaatan lahan tidur yang tersedia untuk kegiatan pertanian produktif. Lahan seluas lebih dari satu hektare tersebut direncanakan akan ditanami berbagai komoditas yang sesuai dengan kultur tanah, seperti buah nanas, kelapa sawit, dan pohon kelapa. Hingga saat ini, proses pengolahan lahan telah mencapai sekitar 70 persen dan masih terus berlangsung.


Kegiatan ini terlaksanakan berkat sinergi antara Seksi Bina Narapidana dan Anak Didik (Kasibinadik) dan Kesatuan Pengamanan Lapas dengan melibatkan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) yang telah memenuhi persyaratan dan mengikuti program bimbingan kerja. Selain untuk mendukung ketahanan pangan, kegiatan ini juga bertujuan memperkuat pengawasan serta pembinaan terhadap WBP yang melaksanakan aktivitas kerja di luar area hunian.



Dalam pelaksanaannya, pengolahan lahan masih menggunakan peralatan bercocok tanam secara manual. Keterbatasan sarana dan prasarana menjadi salah satu kendala yang dihadapi, selain masih terbatasnya jumlah WBP yang terlibat dalam kegiatan tersebut. Oleh karena itu, pihak Lapas berharap adanya dukungan dari Pemerintah Daerah untuk membantu percepatan pengolahan lahan agar dapat segera dimanfaatkan secara optimal.


Kepala Kesatuan Pengamanan Lapas Sarolangun, Muslihul, menyampaikan bahwa kegiatan ini memiliki tujuan jangka panjang yang sejalan dengan fungsi pembinaan pemasyarakatan. 


"Kegiatan ini bertujuan untuk memanfaatkan lahan yang sebelumnya tidak produktif agar dapat memberikan manfaat yang nyata. Melalui program bimbingan kerja, Warga Binaan Pemasyarakatan dibekali keterampilan yang dapat dimanfaatkan setelah mereka bebas nanti, sekaligus berpotensi menghasilkan premi bagi warga binaan. Kami berharap keberadaan lahan pertanian ini tidak hanya memberikan dampak positif bagi WBP, tetapi juga bagi masyarakat sekitar serta mendukung citra positif Lapas Kelas IIB Sarolangun sebagai lembaga pembinaan yang produktif dan berkelanjutan,” ujarnya.


Melalui program ini, jajaran petugas Lapas Sarolangun berupaya mengoptimalkan potensi lahan yang ada agar memberikan nilai tambah, baik bagi pembinaan WBP maupun bagi lingkungan sekitar, serta menjadi wujud nyata kontribusi pemasyarakatan dalam mendukung pembangunan dan ketahanan pangan daerah.

Dukung Program Ketahanan Pangan, Petugas Lapas Sarolangun Berdayakan WBP Tanam Aneka Buahan, Sayur-mayur dan Sawit

Langganan Berita via Email