Sarolangun – Tim Pengamat Pemasyarakatan (TPP) Lapas Kelas IIB Sarolangun melaksanakan sidang usulan penetapan tamping pekerja bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP), Selasa (03/02). Kegiatan ini bertujuan untuk menyeleksi WBP yang dinilai layak dan memenuhi syarat untuk membantu tugas-tugas operasional di lingkungan Lapas, khususnya pada bidang kebersihan, kerapian kantor, penataan halaman, serta area sekitar brandgang.


Sebanyak 19 orang WBP diusulkan untuk menjadi tamping pekerja setelah melalui berbagai tahapan seleksi yang ketat. Proses seleksi meliputi penilaian administrasi, perilaku selama menjalani masa pidana, kedisiplinan, serta kesesuaian kemampuan dengan bidang pekerjaan yang dibutuhkan. Selain itu, para WBP juga diwajibkan melengkapi persyaratan berupa jaminan keluarga yang dibuktikan dengan fotokopi KTP penjamin.


Sidang TPP dipimpin langsung oleh Ketua TPP, Jonerwan, didampingi Arsyad selaku sekretaris, serta anggota TPP lainnya yaitu Zulharpendi, Ade Putra, Jayandi, dan Yudiyanto. Dalam sidang tersebut, seluruh berkas dan rekomendasi WBP dibahas secara mendalam untuk memastikan bahwa calon tamping benar-benar memenuhi kriteria yang telah ditetapkan.


Meskipun telah direkomendasikan oleh TPP, keputusan akhir terkait penetapan tamping tetap berada di tangan Kepala Lapas. Hal ini dilakukan untuk menjamin bahwa penunjukan tamping benar-benar objektif, transparan, dan sesuai dengan kebutuhan organisasi.


Jonerwan selaku Ketua TPP sekaligus Kepala Seksi Pembinaan Narapidana dan Anak Didik (Kasibnadik) menegaskan bahwa penunjukan tamping tidak hanya dilihat dari kelengkapan administrasi semata. “Yang terpenting, tamping yang diusulkan harus memiliki inovasi, semangat kerja, serta tanggung jawab yang tinggi. Mereka diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata dalam mendukung kebersihan dan ketertiban lingkungan Lapas,” ujarnya.


Lebih lanjut disampaikan bahwa keberadaan tamping pekerja juga akan berdampak positif bagi WBP itu sendiri. Nantinya, kinerja dan perilaku tamping akan menjadi salah satu bahan penilaian dalam proses pengurusan hak integrasi seperti pembebasan bersyarat, cuti bersyarat, maupun cuti menjelang bebas.


Dengan adanya penambahan tamping pekerja ini, diharapkan pelaksanaan tugas pemeliharaan kebersihan dan kerapian lingkungan Lapas Kelas IIB Sarolangun dapat berjalan lebih optimal. Program ini juga menjadi bagian dari upaya pembinaan kemandirian WBP agar lebih disiplin, bertanggung jawab, dan memiliki keterampilan yang bermanfaat setelah kembali ke masyarakat.

TPP Lapas Sarolangun Gelar Seleksi Usulan Tamping Pekerja Secara Ketat dan Transparan


Sarolangun - Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Kelas IIB Sarolangun, Ibnu Faizal, menyerahkan 3 penghargaan  dari Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Kanwil Ditjenpas) Jambi kepada jajaran petugas Lapas Sarolangun disela-sela pelaksanaan apel pagi petugas, (02/02). Penyerahan penghargaan ini sebagai bentuk apresiasi pimpinan kepada jajaran atas kinerja yang telah di tunaikan.


Sebagai informasi Jajaran PetugasLapas Sarolangun berhasil meraih tiga penghargaan sekaligus, yakni sebagai Unit Pelaksana Teknis Pemasyarakatan Terbaik II kategori Pelaksanaan Penggeledahan Blok Hunian Terbanyak Tahun 2025. Selain itu, Lapas Sarolangun juga meraih predikat Unit Pelaksana Teknis Pemasyarakatan Terbaik III kategori Peningkatan Pelayanan Kesehatan Tahun 2025, serta Unit Pelaksana Teknis Pemasyarakatan Terbaik III kategori Penyelenggaraan Kehumasan Teraktif dan Terinformatif Tahun 2025.



Kalapas Sarolangun, Ibnu Faizal, menyampaikan bahwa capaian tersebut merupakan hasil kerja keras dan sinergi seluruh jajaran dalam menjalankan tugas pengamanan dan pelayanan pemasyarakatan.


"Penghargaan dari Kanwil Ditjenpas Jambi ini menjadi bukti bahwa Lapas Sarolangun mampu menunjukkan kinerja yang optimal. Saya berharap prestasi ini dapat terus dipertahankan dan ditingkatkan sebagai wujud komitmen kami dalam memberikan pelayanan terbaik,” ujar Ibnu Faizal.


Dokter Lapas Sarolangun Lia Utami yang juga menerima penghargaan mengungkapkan rasa syukur dan kebanggaannya atas penghargaan yang diraih. Menurutnya, penghargaan di bidang keperawatan ini menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan dan perawatan kepada Warga Binaan.



“Penghargaan ini menjadi penyemangat bagi kami dan seluruh jajaran keperawatan untuk terus memberikan pelayanan kesehatan dan perawatan Warga Binaan. Ini adalah hasil kerja tim dan dukungan pimpinan,” ungkap Lia.


Melalui capaian prestasi tersebut, Lapas Kelas IIB Sarolangun menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan profesionalisme, akuntabilitas, serta kualitas pelayanan pemasyarakatan sesuai dengan arahan Kanwil Ditjenpas Jambi.

Serahkan 3 Penghargaan Dari Ditjenpas Jambi, Kalapas Sarolangun : Semoga Bisa Sama-sama Kita Tingkatkan Prestasi ini


Sarolangun — Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Sarolangun dan jajaran, berhasil menggondol tiga penghargaan dari Kantor Wilayah Direktorat Pemasyarakatan Jambi, Kamis (29/01).

 

Penghargaan ini diserahkan langsung oleh Kakanwil Ditjenpas Jambi Irwan Rahmat Gumilar disela-sela pelaksanaan penandatanganan Komitmen Bersama seluruh Kepala Unit Pelaksana Teknis Pemasyarakatan Se-Kanwil Ditjenpas Jambi.

 


Tiga penghargaan tersebut diantaranya, Penghargaan Bidang Kehumasan Kategori Teraktif dan Terinformatif Tahun 2025, Bidang Keswat Kategori Peningkatan Pelayanan Kesehatan Tahun 2025, dan Bidang Pengamanan Kategori Razia Penggeledahan Blok Hunian Terbanyak Tahun 2025.

 

Kalapas Sarolangun Ibnu Faizal yang hadir secara langsung menerima penghargaan tersebut mengaku bangga dan memberi apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh jajaran petugas Lapas Sarolangun.

 

“Alhamdulillah pada tahun ini, Lapas Kelas IIB Sarolangun berhasil gondol 3 penghargaan Bidang Kehumasan, Kesehatan dan Perawatan serta Pengamanan, semoga Saya dan seluruh jajaran tidak jumawa dan besar kepala namun menjadi pemicu untuk berbuat yang lebih baik lagi. Penghargaan ini adalah akibat positif bukanlah tujuan utama, karena yang utama itu adalah memberikan pengabdian dan bakti secara prima kepada masyarakat, bangsa dan negara,” ujar Ibnu.

 


Lanjut Ibnu, penghargaan ini bukan karena kepala Lapas seorang Superman yang one man one show, tetapi merupakan kolaborasi, harmoni, sinergitas, kerja keras dan soliditas dari seluruh pegawai dalam pelaksanaan Tupoksi yang ada di Lapas Sarolangun.

 

“Pemberian Apresiasi kinerja ini, merupakan usaha dan kerja sama seluruh pegawai Lapas Sarolangun dalam melaksanakan tugas kedinasan secara terukur dan terarah yang sejalan dengan visi misi organisasi, sehingga mampu memberi manfaat dan pemenuhan target kinerja secara maksimal,” ujarnya.

 

“Kami akan berupaya lebih baik lagi kedepannya untuk mempertahankan dan meningkatkan capaian prestasi ini,” pungkasnya.




Lapas Sarolangun Sabet 3 Penghargaan Dari Kanwil Ditjenpas Jambi, Kalapas : Hasil Jerih Payah Semua Petugas


Sarolangun — Kepala Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Sarolangun dan jajaran hari ini (29/01), mengikuti kegiatan Refreshment Retreat Pemasyarakatan Wilayah Jambi yang diselenggarakan oleh Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Kanwil Ditjenpas) Jambi. Kegiatan tersebut berlangsung di Lapangan Balai Pelatihan Pertanian (BPP) Jambi, sebagai bagian dari upaya memperkuat kebersamaan dan soliditas jajaran pemasyarakatan.


Kegiatan diawali dengan senam pagi bersama yang diikuti seluruh peserta Retreat Pemasyarakatan dengan penuh antusias. Selanjutnya, rangkaian acara diisi dengan pembagian kelompok, yel-yel, permainan tim, serta sesi kebersamaan yang bertujuan meningkatkan komunikasi dan kekompakan antarpegawai pemasyarakatan di wilayah Jambi.


Kakanwil Ditjenpas Jambi Irwan Rahmat Gumilar mengatakan bahwa melalui kegiatan Refreshment Retreat ini, diharapkan seluruh jajaran pemasyarakatan lingkup kanwil ditjenpas Jambi semakin solid, memiliki semangat kerja yang positif, serta siap meningkatkan kinerja dan pelayanan pemasyarakatan yang humanis dan berkualitas.



Sementara itu Kalapas Sarolangun Ibnu Faizal yang juga hadir dalam giat tersebut bersama 4 orang staf mengatakan bahwa kegiatan Refreshment Retreat ini sangat bermanfaat sekali bagi jajaran pemasyarakatan terutama untuk delegasi jajaran petugas Lapas Sarolangun giat ini sebagai wahana penyegaran, pelatihan fisik, mental, dan disiplin (FMD) bagi petugas untuk memperkuat kekompakan dan integritas.


"Semoga kegiatan ini bisa kami laksanakan juga diinternal Lapas Sarolangun, sebagai wahana refresh dan membangun kekerabatan, keakraban, dan keharmonisan antar petugas sehingga secara tidak langsung berdampak bagi pelaksanaan kinerja pelayanan kepada masyarakatan dan WBP," ujar Ibnu.



Sementara itu Kepala Urusan Umum Lapas Sarolangun Robert Sandria ketika dikonfirmasi menjelaskan bahwa kegiatan Refreshment Retreat kali ini dikemas dalam bentuk outbound, river tubing, pelatihan fisik, mental, dan disiplin (FMD), serta kegiatan yang bertujuan memperkuat sinergi.


"Sangat bermanfaat untuk meningkatkan kebersamaan antar sesama petugas pemasyarakatan. dan juga sebagai wahana penyegaran dari penatnya rutinitas pekerjaan sehari-hari," ujarnya.



Ikuti Giat Refreshment Retreat, Kalapas Sarolangun : Semoga Berdampak Positif Pelayanan Kepada Masyarakat


Sarolangun - Jajaran Petugas Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Sarolangun terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung program ketahanan pangan melalui pemanfaatan lahan tidur yang tersedia untuk kegiatan pertanian produktif. Lahan seluas lebih dari satu hektare tersebut direncanakan akan ditanami berbagai komoditas yang sesuai dengan kultur tanah, seperti buah nanas, kelapa sawit, dan pohon kelapa. Hingga saat ini, proses pengolahan lahan telah mencapai sekitar 70 persen dan masih terus berlangsung.


Kegiatan ini terlaksanakan berkat sinergi antara Seksi Bina Narapidana dan Anak Didik (Kasibinadik) dan Kesatuan Pengamanan Lapas dengan melibatkan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) yang telah memenuhi persyaratan dan mengikuti program bimbingan kerja. Selain untuk mendukung ketahanan pangan, kegiatan ini juga bertujuan memperkuat pengawasan serta pembinaan terhadap WBP yang melaksanakan aktivitas kerja di luar area hunian.



Dalam pelaksanaannya, pengolahan lahan masih menggunakan peralatan bercocok tanam secara manual. Keterbatasan sarana dan prasarana menjadi salah satu kendala yang dihadapi, selain masih terbatasnya jumlah WBP yang terlibat dalam kegiatan tersebut. Oleh karena itu, pihak Lapas berharap adanya dukungan dari Pemerintah Daerah untuk membantu percepatan pengolahan lahan agar dapat segera dimanfaatkan secara optimal.


Kepala Kesatuan Pengamanan Lapas Sarolangun, Muslihul, menyampaikan bahwa kegiatan ini memiliki tujuan jangka panjang yang sejalan dengan fungsi pembinaan pemasyarakatan. 


"Kegiatan ini bertujuan untuk memanfaatkan lahan yang sebelumnya tidak produktif agar dapat memberikan manfaat yang nyata. Melalui program bimbingan kerja, Warga Binaan Pemasyarakatan dibekali keterampilan yang dapat dimanfaatkan setelah mereka bebas nanti, sekaligus berpotensi menghasilkan premi bagi warga binaan. Kami berharap keberadaan lahan pertanian ini tidak hanya memberikan dampak positif bagi WBP, tetapi juga bagi masyarakat sekitar serta mendukung citra positif Lapas Kelas IIB Sarolangun sebagai lembaga pembinaan yang produktif dan berkelanjutan,” ujarnya.


Melalui program ini, jajaran petugas Lapas Sarolangun berupaya mengoptimalkan potensi lahan yang ada agar memberikan nilai tambah, baik bagi pembinaan WBP maupun bagi lingkungan sekitar, serta menjadi wujud nyata kontribusi pemasyarakatan dalam mendukung pembangunan dan ketahanan pangan daerah.

Dukung Program Ketahanan Pangan, Petugas Lapas Sarolangun Berdayakan WBP Tanam Aneka Buahan, Sayur-mayur dan Sawit

Sarolangun– Kepala Lapas Kelas IIB Sarolangun melalui Kasi Binadik dan Giatja serta ditemani oleh Kepala Urusan Umum, Pagi ini (26/1) melakukan kunjungan silaturahmi sekaligus mempererat sinergitas dengan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Sarolangun.


"Kunjungan ini bertujuan untuk mempererat sinergitas dan juga memupuk tali silaturahmi antara petugas Lapas Sarolangun dan BAZNAS Sarolangun," jelas Jonerwan di sela-sela kunjungannya.



Rombongan Lapas Sarolangun disambut langsung oleh Kepala BAZNAS Kabupaten Sarolangun, Ahmad Zaidan. Dalam kesempatan tersebut, rombongan Petugas Lapas membahas berbagai hal terkait program kerjasama yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada WBP. 


Salah satu poin penting yang dibahas adalah mengenai pelatihan-pelatihan yang akan diselenggarakan di Lapas Sarolangun, yang nantinya bisa disinergikan dengan program yang ada di BAZNAS.


"Rencananya, Lapas Sarolangun akan mengadakan pelatihan-pelatihan sebagai bekal keterampilan bagi WBP yang akan segera bebas. atas arahan dari Kakanwil Ditjenpas Jambi kami berencana menjalin kemitraan dan kerjasama dengan BAZNAS sebagai donatur maupun penyedia tenaga instruktur pelatihan tersebut," kata Joner.


Dia menjelaskan lebih lanjut, pelatihan ini akan dilakukan dengan melibatkan dinas terkait, seperti Dinas Peternakan dan Perikanan, Dinas TPHP, Disnakertrans dan lain yang telah lebih dulu menjalin kemitraan dengan Lapas Sarolangun, untuk memastikan bahwa program ini dapat berjalan dengan optimal dan memberi manfaat bagi WBP setelah mereka bebas.


"Kami berharap, melalui kerjasama ini, WBP di Lapas Sarolangun dapat memperoleh keterampilan yang berguna untuk kehidupan mereka setelah keluar dari Lapas, serta bisa berkontribusi positif bagi masyarakat," tambah Joner.


Kunjungan ini menjadi langkah awal dalam membangun sinergi yang lebih kuat antara Lapas Sarolangun dan BAZNAS Kabupaten Sarolangun, demi peningkatan kualitas hidup WBP melalui pelatihan dan pengembangan keterampilan yang bermanfaat.


Sementara itu Kepala Baznas menyambut baik kunjungan silaturahmi jajaran petugas Lapas ini, beliau menjabarkan panjang lebar tentang tugas dan fungsi Baznas serta akan mensinergikan beberapa program yang ada BAZNAS dengan program pembinaan yang ada di Lapas.


Lebih lanjut, dikonfirmasi secara terpisah Kalapas Sarolangun Ibnu Faizal yang sedang melakukan dinas luar menegaskan bakal melakukan silaturahmi lanjutan ke Baznas untuk memastikan perjanjian kerjasama antara Lapas dan Baznas dituangkan  dalam bentuk Perjanjian Kerjasama hitam diatas putih.

Bekali Warga Binaan Dengan Life Skills, Jajaran Petugas Lapas Sarolangun Gandeng Baznas


Sarolangun -- Guna meningkatkan kualitas pelayanan publik dan kepedulian terhadap kesehatan masyarakat, Tim Medis Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Sarolangun Kantor Wilayah Ditjenpas Jambi menyelenggarakan layanan pemeriksaan kesehatan gratis bagi para pengunjung atau keluarga warga binaan dan Warga Masyarakat sekitar Lapas Sarolangun, Selasa (20/01).

 

Kegiatan yang dipusatkan di area rumah dinas ini menyasar para pengunjung yang sedang mengantre untuk menemui kerabat mereka serta warga masyarakat sekitar Lapas. Layanan kesehatan yang diberikan meliputi pemeriksaan tekanan darah (tensi), kolesterol, serta konsultasi kesehatan ringan dengan dokter Lapas. 

 

Kepala Lapas Kelas IIB Sarolangun, Ibnu Faizal, menyampaikan bahwa inovasi ini merupakan bentuk bakti sosial sekaligus upaya deteksi dini kesehatan bagi masyarakat yang datang berkunjung. "Kami ingin memastikan bahwa pelayanan di Lapas Sarolangun tidak hanya fokus pada warga binaan, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi keluarga mereka yang datang berkunjung," ujarnya. 

 


Antusiasme pengunjung terlihat cukup tinggi. Salah satu pengunjung, Ibu Riki, mengaku sangat terbantu dengan adanya layanan ini. "Sambil menunggu giliran masuk, saya bisa cek tensi dan koleterol. Pelayanannya ramah dan sangat memudahkan kami yang jarang sempat ke puskesmas," ungkapnya. 

 

Selain pemeriksaan fisik, tim medis juga membagikan memberikan edukasi mengenai pola hidup sehat. Kegiatan ini diharapkan dapat menciptakan lingkungan Lapas Sarolangun yang lebih humanis dan mempererat hubungan baik antara petugas dengan masyarakat. 

 

Kegiatan pemeriksaan kesehatan gratis ini direncanakan akan menjadi agenda rutin di Lapas Sarolangun sebagai bagian dari komitmen mewujudkan 15 Program Aksi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Agus Andrianto.


Petugas Lapas Sarolangun Gandeng Puskesmas Selenggarakan Pemeriksaan Kesehatan Gratis Untuk Warga Masyarakat


Jambi — Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Jambi, Irwan Rahmat Gumilar, menggelar Focus Group Discussion (FGD) Penyusunan Pedoman Pelaksanaan Pidana Kerja Sosial sebagai bagian dari implementasi Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) dan Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP) baru, bersama Aparat Penegak Hukum (APH) di Wilayah Jambi, Pada Senin (19/1).



FGD ini melibatkan unsur Ketua Pengadilan Tinggi Jambi, Asisten Pidana Umum Kejaksaan Tinggi Jambi, Kepala Kepolisian Daerah Jambi, Komandan Resort Militer 042/Garuda Putih Jambi, Walikota Jambi yang diwakili Asisten III (Asda III), Biro Hukum Provinsi Jambi, Dinas Sosial Provinsi/Kota Jambi, Ketua Forum Komunikasi Kecamatan, dan Ketua Forum Komunikasi RT Kota Jambi serta instansi terkait lainnya. FGD ini bertujuan untuk menyamakan persepsi serta merumuskan pedoman teknis yang komprehensif dan aplikatif terkait pelaksanaan pidana kerja sosial, sehingga dapat diterapkan secara efektif, terukur, dan berkeadilan di wilayah Provinsi Jambi serta tanggung jawab masing-masing pihak, serta pengawasan dan evaluasi pelaksanaannya di lapangan.


Dalam sambutannya, Kakanwil Ditjenpas Jambi menegaskan bahwa pidana kerja sosial merupakan bentuk pembaruan hukum pidana yang mengedepankan pendekatan keadilan restoratif dan pembinaan, sehingga membutuhkan kesiapan regulasi serta koordinasi lintas sektor.



“Implementasi KUHP dan KUHAP baru menuntut kesiapan kita bersama, khususnya dalam pelaksanaan pidana kerja sosial. Melalui FGD ini, kami berharap terbangun kesepahaman dan pedoman yang jelas agar pelaksanaannya berjalan efektif, humanis, serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujar Irwan Rahmat Gumilar.


Seiiring diberlakukannya UU No. 1 Tahun 2023 Tentang KUHP dan UU No.20 Tahun 2025 tentang KUHAP khususnya terkait pidana kerja sosial / masih diperlukan kesamaan pemahaman lintas instansi dalam pelaksanaannya. Selanjutnya diskusi antar instansi sebagai Langkah awal untuk menyamakan persepsi, memperkuat koordinasi dan merumuskan kesepakatan bersama dalam pelaksanaan pidana kerja sosial di wilayah jambi.



Melalui FGD ini, Kanwil Ditjenpas Jambi berharap dapat menghasilkan rumusan pedoman pelaksanaan pidana kerja sosial yang selaras dengan semangat KUHP dan KUHAP baru, serta memperkuat sinergi antar-APH dalam mewujudkan sistem pemidanaan yang berorientasi pada pembinaan dan keadilan.


Kakanwil Ditjenpas Jambi Gelar FGD Penyusunan Pedoman Pelaksanaan Pidana Kerja Sosial Bersama APH


Sarolangun – Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Sarolangun Kanwil Ditjenpas Jambi dan Jajaran Petugas  turut ambil bagian dalam kegiatan Panen Raya Serentak Pemasyarakatan yang dilaksanakan secara terpusat di Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Cirebon, Kamis (15/1/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan dalam memperkuat ketahanan pangan nasional sekaligus mengoptimalkan pembinaan kemandirian Warga Binaan.



Panen raya dilaksanakan oleh Kalapas bersama perwakilan dari instansi mitra kerjasama dari Dinas TPHP, Dinas Perikanan dan Peternakan, Polsek dan Koramil Sarolangun tidak ketinggalan jajaran struktural, staf, peserta magang, bersama Warga Binaan juga ikut ambil bagian dalam giat panen raya di Sarana Asimilasi dan Edukasi Lapas Sarolangun



Dalam kegiatan tersebut, Kalapas, para undangan, Pegawai serta WBP berhasil memanen berbagai hasil pertanian dan perikanan yang dikelola langsung oleh Warga Binaan melalui program kegiatan kerja. Adapun hasil panen yang diperoleh antara lain sayur kangkung sebanyak 150 kilogram, dan ikan patin sebanyak 100 kilogram.


Kepala Seksi Binadik dan Giatja, Jonerwan, menyampaikan bahwa keberhasilan panen ini merupakan hasil dari pembinaan yang dilakukan secara berkelanjutan serta kerja keras Warga Binaan yang terlibat langsung dalam pengelolaan lahan pertanian dan kolam ikan. Ia menjelaskan bahwa kegiatan ini tidak hanya bertujuan menghasilkan produk pangan, tetapi juga membekali Warga Binaan dengan keterampilan yang bermanfaat sebagai bekal setelah bebas nanti.



Lebih Lanjut Jonerwan menegaskan bahwa program pertanian dan perikanan di Lapas Sarolangun menjadi sarana pembinaan kemandirian yang nyata, karena Warga Binaan dilatih mulai dari proses penanaman, perawatan, hingga panen. Dengan demikian, mereka diharapkan memiliki keahlian dan etos kerja yang dapat diaplikasikan di tengah masyarakat.


Sebagai bentuk kepedulian sosial, Kepala Subbagian Tata Usaha, Hariyadi, menjelaskan bahwa hasil panen raya tersebut akan dikonversi dalam bentuk uang dan akan segera ditransfer kepada penanggung jawab di tingkat Kantor Wilayah. Sebagian dari hasil panen juga dibagikan kepada masyarakat pengguna layanan Lapas Sarolangun.


"Terkait mekanisme penyaluran hasil panen ini sebagian dibagikan kepada keluarga WBP yang membutuhkan dan selebihnya nanti akan kami transfer secara kolektif ke Kantor Wilayah untuk kemudian digabungkan dengan bantuan dari UPT lain sebelum dikirimkan ke lokasi bencana,” jelasnya.


Sementara itu, Kepala Lapas Sarolangun, Ibnu Faizal menyampaikan bahwa keterlibatan jajaran petugas Lapas Sarolangun dalam kegiatan panen raya ini merupakan bentuk komitmen dalam mendukung program Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan. Ia menambahkan bahwa program ini sejalan dengan semangat Pemasyarakatan yang tidak hanya berfokus pada pembinaan kepribadian, tetapi juga pembinaan kemandirian yang produktif dan bermanfaat.


Melalui kegiatan Panen Raya Serentak Pemasyarakatan ini, Kepala Lapas Sarolangun berharap dapat terus meningkatkan kualitas pembinaan, memperkuat ketahanan pangan, serta menumbuhkan kepedulian sosial.


"Kedepannya, Lapas Sarolangun berkomitmen untuk terus mengembangkan program kegiatan kerja agar Warga Binaan mampu menjadi sumber daya manusia yang mandiri, produktif, dan siap kembali berkontribusi positif di tengah masyarakat," ujar Faizal.

Gelar Panen Raya Sayur Kankung dan Ikan Patin, Kalapas Sarolangun : Hasilnya Kita Kirim Untuk Korban Bencana Sumatera


Sarolangun - Dalam rangka menyambut dan menyukseskan pelaksanaan Panen Raya Serentak Pemasyarakatan, Jajaran petugas Lapas Kelas IIB Sarolangun melaksanakan kegiatan persiapan panen raya yang bertempat di Sentra Ketahanan Pangan Lapas Kelas IIB Sarolangun. Kegiatan ini dilakukan sebagai bentuk kesiapan menjelang pelaksanaan panen raya yang dijadwalkan akan dilaksanakan besok, Kamis, 14 Januari 2025.



Kegiatan persiapan panen raya ini difokuskan pada pengecekan kondisi sarana dan prasarana, kesiapan lokasi panen, serta hasil tanam dan budidaya yang akan dipanen. Adapun komoditas yang dipersiapkan dalam panen raya tersebut meliputi ikan patin yang dibudidayakan di kolam ikan serta sayur kangkung yang ditanam di area pertanian lapas sebagai bagian dari program ketahanan pangan.


Selain itu, persiapan panen raya juga dilakukan melalui koordinasi lintas sektor dengan berbagai instansi terkait. Panen raya yang akan dilaksanakan besok direncanakan akan dihadiri oleh Dinas Pertanian dan Perikanan, Koramil, Dinas Perkebunan dan Agrikultura, serta Polsek Sarolangun. Kehadiran instansi tersebut diharapkan dapat memberikan dukungan, pendampingan, serta memastikan pelaksanaan kegiatan berjalan dengan tertib dan aman.



Kalapas Sarolangun mengatakan bahwa giat Panen Raya Serentak Pemasyarakatan ini akan dilaksanakan secara terpusat di Lapas Kelas I Cirebon, sementara itu jajaran petugas Lapas Sarolangun bakal mengikuti giat ini secara daring dan melaksanakan panen yang sama di sentra ketahanan pangan milik Lapas Sarolangun.


Melalui kegiatan persiapan ini, dilakukan peninjauan langsung terhadap kondisi kolam ikan dan area tanam guna memastikan hasil budidaya berada dalam kondisi optimal dan siap dipanen. Persiapan juga mencakup pengaturan teknis pelaksanaan panen, termasuk penataan lokasi dan kesiapan petugas yang terlibat.


Dengan adanya persiapan yang matang dan sinergi lintas sektor, diharapkan pelaksanaan panen raya dapat berjalan dengan lancar serta memberikan manfaat nyata dalam mendukung program ketahanan pangan. Kegiatan ini juga menjadi salah satu bentuk pembinaan kemandirian bagi warga binaan melalui kegiatan produktif yang bernilai ekonomis di Lapas Kelas IIB Sarolangun.

Jajaran Petugas Lapas Sarolangun Cek Kolam Ikan Patin dan Kebun Sayur Kankung, Bakal Jadi Target Panen Raya Serentak

Langganan Berita via Email