Sarolangun —- Dalam rangka menyongsong Peringatan Hari Bhakti Pemasyarakatan (HBP) ke-62 tahun 2026, jajaran Petugas Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Sarolangun melaksanakan kegiatan bakti sosial untuk kemanusiaan berupa donor darah dan pemeriksaan Kesehatan gratis.


Kegiatan yang diikuti oleh seluruh pegawai dan peserta magang bekerjasama dengan Tim medis dari RSUD Chatib Quzwain dan Puskesmas Sarolangun dengan mengambil tempat di Gazebo Lapas, Rabu (08/04/2026).



Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian nyata insan Pemasyarakatan terhadap sesama, sekaligus menindaklanjuti instruksi pusat dalam menyemarakkan rangkaian hari jadi Pemasyarakatan dengan kegiatan yang bermanfaat nyata bagi masyarakat luas.


Kepala Lapas Sarolangun, Ibnu Faizal, menyampaikan bahwa aksi donor darah dan pemeriksaan kesehatan gratis ini bukan sekadar rutinitas seremonial, melainkan wujud pengabdian pegawai Lapas Sarolangun dalam membantu ketersediaan stok darah di wilayah Sarolangun dan meningkatkan produktivitas kerja.



“Donor darah dan pemeriksaan Kesehatan gratis ini adalah salah satu rangkaian utama HBP ke-62. Kami ingin menunjukkan bahwa petugas Pemasyarakatan tidak hanya fokus pada tugas pembinaan di dalam Lapas, tetapi juga memiliki jiwa sosial yang tinggi untuk membantu masyarakat yang membutuhkan transfusi darah,” ujar Ibnu.


Proses donor darah dimulai dengan pemeriksaan kesehatan ketat oleh petugas medis RS, meliputi pengecekan tekanan darah dan kadar hemoglobin, untuk memastikan para pegawai dalam kondisi fit sebelum mendonorkan darahnya. Satu per satu pejabat struktural dan pegawai mengantre dengan antusias untuk menyumbangkan darah mereka. disamping itu tidak ketinggalan tim medis dari Puskesmas Sarolangun juga melaksanakan pemeriksaan Kesehatan gratis bagi petugas dalam rangka meningkatkan produktivitas pelayanan kepada masyarakat.



Pihak RSUD dan Puskesmas memberikan apresiasi atas inisiatif yang dilakukan oleh jajaran Lapas Sarolangun. Kantong-kantong darah yang terkumpul nantinya akan disalurkan kepada pasien-pasien di rumah sakit yang sedang membutuhkan bantuan darah darurat.


Jajaran Petugas Lapas Sarolangun berkomitmen untuk terus hadir di tengah masyarakat melalui berbagai program positif. Selain donor darah, rangkaian HBP ke-62 di Lapas Sarolangun juga akan diisi dengan berbagai kegiatan sosial, kebersihan lingkungan, dan penguatan fungsi pelayanan publik.







Bantu Ketersediaan Stok Darah Bagi Pasien Darurat, Petugas Lapas Sarolangun Selenggarakan Giat Donor Darah

Sarolangun –  Penguatan Integritas Pemasyarakatan - Tim Satuan Operasional Kepatuhan Internal (Satops Patnal) Lapas Sarolangun Ikuti Giat Pengukuhan secara Daring oleh Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Jambi, Irwan Rahmat Gumilar, apel pengukuhan ini melibatkan seluruh petugas pemasyarakatan se-wilayah Jambi secara Hibyrd terpusat di lapangan kantor wilayah direktorat jenderal pemasyarakatan jambi. Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka memperingati Hari Bakti Pemasyarakatan ke-62 sebagai bentuk penguatan komitmen integritas dan profesionalitas jajaran pemasyarakatan, pada senin (6/4).


Apel pengukuhan berlangsung dengan khidmat dan diikuti oleh pejabat struktural, seluruh pegawai dan magang serta petugas Lapas, Rutan, serta seluruh jajaran pemasyarakatan di lingkungan Kanwil Ditjenpas Jambi secara virtual. Pengukuhan Satops Patnal ini menjadi langkah strategis dalam meningkatkan pengawasan internal serta memastikan pelaksanaan tugas berjalan sesuai dengan standar operasional dan ketentuan yang berlaku.


Selanjutnya pengukuhan kepada perwakilan Satops Patnal oleh kakanwil ditjenpas jambi dengan memasangkan hand badge bertuliskan Satops Patnal sebagai simbol telah terlaksananya pengukuhan Satuan Operasional Kepatuhan Internal (Satops Patnal) bagi seluruh petugas pemasyarakatan se-wilayah Jambi.


Dalam amanatnya, Kakanwil menegaskan pentingnya peran Satops Patnal sebagai garda terdepan dalam menjaga integritas, disiplin, dan kepatuhan petugas pemasyarakatan. Ia menyampaikan bahwa keberadaan Satops Patnal bukan hanya sebagai fungsi pengawasan, tetapi juga sebagai upaya preventif dalam mencegah terjadinya pelanggaran di lingkungan pemasyarakatan.


“Melalui pengukuhan Satops Patnal ini, saya berharap seluruh jajaran pemasyarakatan di wilayah Jambi semakin memperkuat komitmen dalam menjalankan tugas secara profesional, berintegritas, dan bebas dari penyimpangan,” ujar Irwan.

Tim Satops Patnal Lapas Sarolangun Ikuti Pengukuhan oleh Kakanwil Ditjenpas Jambi


JambiKementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan melalui Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Jambi bersama Direktorat Jenderal Imigrasi serta PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) Cabang Jambi menggelar kegiatan bakti sosial bagi masyarakat dengan tema “IMIPAS Kolaborasi BRI, Jambi Peduli.” Kegiatan tersebut dilaksanakan di Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Jambi sebagai bentuk kepedulian sosial sekaligus memperkuat sinergi antarinstansi dan mitra kerja dalam membantu masyarakat., pada Senin (16/3).


Kegiatan ini turut dihadiri oleh Asisten Daerah Pemerintah Provinsi Jambi, Jangcik Moza, Kabagtum, Ismail, Kabid PK, Dimas Krisna, Plh. Kabid PP, Hendra Novreli, Seluruh Ka.UPT Pemasyarakatan, perwakilan PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) Cabang Jambi, anak-anak dari panti sosial, serta masyarakat sekitar.


Kegiatan bakti sosial ini merupakan wujud nyata komitmen Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan dalam menghadirkan manfaat bagi masyarakat melalui kolaborasi dengan berbagai pihak. Selain sebagai sarana berbagi kepada masyarakat yang membutuhkan, kegiatan ini juga menjadi momentum untuk memperkuat nilai kepedulian, kebersamaan, serta semangat gotong royong di tengah masyarakat.


Kepala Kantor Wilayah Ditjenpas Jambi, Irwan Rahmat Gumilar, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian dan tanggung jawab sosial pemerintah bersama mitra kerja kepada masyarakat.


“Melalui kegiatan bakti sosial ini, kami ingin menunjukkan bahwa kehadiran pemerintah tidak hanya menjalankan tugas dan fungsi secara administratif, tetapi juga memiliki tanggung jawab sosial untuk hadir di tengah masyarakat, memberikan manfaat, serta menumbuhkan semangat kepedulian dan kebersamaan,” ujar Irwan.


Sementara itu, Asisten Daerah yang mewakili Pemerintah Provinsi Jambi menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia menilai kolaborasi lintas sektor seperti ini sangat penting dalam mendukung kesejahteraan masyarakat.


“Kami sangat mengapresiasi inisiatif dari Kanwil Ditjenpas Jambi bersama BRI yang telah menghadirkan kegiatan sosial bagi masyarakat. Sinergi antara pemerintah, lembaga, dan dunia usaha seperti ini diharapkan dapat terus terjalin guna membantu masyarakat yang membutuhkan,” ungkap Jangcik Moza.


Ia berharap sinergi antara jajaran pemasyarakatan, imigrasi, serta mitra kerja seperti BRI dapat terus terjalin dengan baik sehingga berbagai program sosial yang memberikan manfaat bagi masyarakat dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan, khususnya di wilayah Jambi.

Kemenimipas Gelar Bakti Sosial “IMIPAS Kolaborasi BRI, Jambi Peduli” di Kanwil Ditjenpas Jambi


Sarolangun - Dalam rangka menciptakan situasi aman dan kondusif selama pelaksanaan ibadah Ramadhan di blok hunian, Kepala Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Sarolangun Ibnu Faizal Kembali perintahkan jajaran pengamanan melakukan Razia penggeledahan blok hunian secara insidentil dengan sasaran blok hunian Pidana Umum yang dicurigai terdapat atau menyembunyikan barang-barang terlarang.


Hal ini dalam rangka Langkah deteksi dini dan respon cepat atas beberapa laporan yang masuk ke tim Satops Patnal baik laporan dari WBP, Petugas maupun masyarakat luar.



Kalapas Ibnu Faizal dengan tegas menyatakan tidak akan mentelorir setiap Tindakan penyelewengan yang dilakukan petugas atau pelanggaran tatib yang di lakukan WBP dan bakal mengambil Langkah tegas dan terukur.


“Jangan ada kamar Istimewa atau kamar special. Saya sudah perintahkan kepala Urusan umum untuk mempermak ulang sarana dan prasarana kamar. Harus sama dan memenuhi rasa keadilan. Jangan ada kamar hunian rasa hotel,” ujar Faizal.


“Dan saya pastikan akan kawal kebijakan ini, dan jika ditemukan oknum petugas yang memperdagangkan pengaruhnya untuk menekan WBP demi mengeruk keuntungan pribadi dengan melanggar kode etik siap-siap menerima konsekuensinya,” tegas Faizal.


Dalam Razia penggeledahan kali ini jajaran pengamanan berhasil menyita dan mengamankan beberapa barang terlarang dari kamar hunian WBP seperti alat komunikasi seluler, bahan-bahan berbahaya yang terbuat dari besi dan kaca, dan alat-alat kelestrikan illegal dan telah dilakukan tindakan pelumpuhan fungsi terhadap barang bukti yang disita petugas. 


Terhadap WBP yang melanggar  Tatib akan menerima sanksi dan akan dilakukan penelusuran lebih lanjut terkait keterlibatan oknum petugas yang menjadi fasilitator atau oknum pejabat yang menjadi beking.

Razia Blok Hunian Secara Insidentil, Petugas Lapas Sarolangun Berhasil Amankan Barang Terlarang


Sarolangun - Kepala Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Sarolangun Ibnu Faizal turun ke blok hunian bersama kepala urusan umum dan kepala urusan kepegawaian dan keuangan serta beberapa anggota regu jaga. dengan membawa beberapa unit alat Jammer sebuah perangkat elektronik yang dirancang untuk mengganggu, memblokir, atau menekan sinyal komunikasi nirkabel (seperti GPS, GSM, WiFi, dan Bluetooth). Kamis (26/02).


Kalapas Sarolangun ketika dikonfirmasi mengatakan bahwa pemasangan Jammer ini adalah jawaban konkrit atas problematika yang selama ini jadi penyakit menahun dalam blok hunian di Lapas Sarolangun.



"Dalam hal razia blok hunian kita menjadi Lapas paling banyak melakukan penggeledahan itu ditandai dengan apresiasi dari Kakanwil Ditjenpas Jambi, namun razia semata tidaklah cukup karena itu hanya bersifat temporal bukan permanen. kondisi kekuatan petugas, overcrowded, dengan segala keterbatasan serta akal bulus oknum Warga Binaan selalu saja bisa mengakali situasi sehingga persoalan peredaran alat komunikasi seluler di blok hunian kembali lagi ke setelan pabrik," tegas Faizal.


Lebih lanjut Kalapas Faizal mengatakan akan mengawasi secara melekat baik melalui rekeman CCTV serta meminta laporan kepada komandan jaga secara realtime bahwa alat Jammer dalam kondisi menyala sepanjang waktu, disamping itu Kalapas juga mendorong pemanfaatan secara maksimal sarana komunikasi resmi wartelpas yang sudah tersedia di Lapas Sarolangun. 


Sementara itu Kasubag TU Hariyadi pada kesempatan terpisah menuturkan bahwa atas perintah dan instruksi Kalapas akan melakukan koordinasi dengan bidang keamanan dan evaluasi kinerja alat, serta melakukan langkah preventif terhadap segala cara oknum WBP atau petugas yang berusaha mengakali atau mencari-cari titik lemah alat Jammer tersebut.


"Setiap alat elektronik memiliki celah kelemahan. maka dari itu atas perintah Kalapas kami akan melakukan koordinasi dengan bagian pengamanan serta melakukan maintenance dan evaluasi secara berkala terhadap kinerja alat Jammer tersebut. Sehingga manfaatnya bisa maksimal," imbuh Ari.

Kalapas Sarolangun Kawal Jajaran Pasang Alat Pemblokir Sinyal Seluler di Blok Hunian WBP

Sarolangun - Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Sarolangun mematangkan berbagai persiapan dalam menyambut Bulan Suci Ramadan. Persiapan dilakukan secara menyeluruh, baik dari segi keamanan maupun pembinaan kepribadian warga binaan, guna memastikan pelaksanaan ibadah berjalan aman, tertib, dan khusyuk.



Dari aspek keamanan, jajaran petugas melaksanakan razia dan penggeledahan di seluruh blok hunian warga binaan. Kegiatan ini dilakukan secara rutin dan intensif sebagai langkah deteksi dini untuk mencegah masuknya barang-barang terlarang serta menjaga stabilitas keamanan di dalam lapas. Selain itu, penguatan pengawasan juga dilakukan dengan meningkatkan kontrol pada jam-jam rawan serta optimalisasi penjagaan di setiap blok.


Tim kesehatan lapas turut berperan aktif dengan melakukan pemeriksaan kesehatan bagi warga binaan. Pemeriksaan ini bertujuan memastikan kondisi fisik warga binaan dalam keadaan prima sehingga dapat menjalankan ibadah puasa dengan baik. Petugas medis juga disiagakan untuk mengantisipasi gangguan kesehatan selama Ramadan.



Dalam rangka pembinaan kerohanian, Lapas Sarolangun telah menyusun sejumlah kegiatan keagamaan yang akan dilaksanakan setiap hari selama Ramadan. Kegiatan tersebut meliputi pesantren kilat, tadarus Al-Qur’an, salat tarawih berjamaah, serta berbagai kegiatan pembinaan lainnya yang bertujuan meningkatkan keimanan dan ketakwaan warga binaan.


Pelaksanaan salat tarawih akan mendapat perhatian khusus dari segi pengamanan. Pada kegiatan ini dilakukan penambahan personel penjagaan guna memastikan kegiatan berjalan aman dan tertib. Selain itu, staf yang sesuai jadwal piket, baik dari regu pengamanan maupun staf teknis, turut mendampingi jalannya ibadah.


Untuk malam pertama salat tarawih, kegiatan akan diikuti terlebih dahulu oleh warga binaan Blok Andalas, kemudian secara bergiliran akan diikuti oleh blok-blok lainnya pada malam berikutnya.


Kepala Seksi Bimbingan Narapidana dan Anak Didik (Kasibinadik) Lapas Sarolangun, Jonerwan, menyampaikan bahwa kesiapan keamanan dan pembinaan menjadi prioritas utama dalam menyambut Ramadhan.

“Bahwasanya pembinaan dan keamanan itu yang paling penting. Mudah-mudahan kita semua diberi kesehatan dan kelancaran dalam bertugas dan juga lapas kita ini berada dalam kondisi aman dan kondusif,” ujarnya.


Dengan berbagai persiapan tersebut, Lapas Sarolangun berharap seluruh rangkaian ibadah dan kegiatan pembinaan selama Ramadan dapat berjalan lancar serta membawa dampak positif bagi warga binaan dalam memperbaiki diri dan meningkatkan kualitas spiritual.

Lapas Sarolangun Matangkan Persiapan Sambut Ramadhan 1447 H, Perkuat Keamanan dan Pembinaan

Sarolangun – Dalam rangka menyambut datangnya Bulan Suci Ramadhan yang tidak berapa hari lagi, jajaran petugas dan peserta magang Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Sarolangun menggelar kegiatan kerja bakti bersih-bersih sarana dan prasana tempat ibadan bersama warga binaan di Masjid At-Taubah milik Lapas Sarolangun dan Masjid Nurul Iman milik warga masyarakat RT 17 Kelurahan Aur Gading. Kegiatan ini menjadi wujud kepedulian sosial sekaligus bentuk pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan sebelum memasuki bulan penuh berkah.



Kegiatan kerja bakti tersebut dipimpin langsung oleh Kepala Lapas Sarolangun, pejabat struktural, staf, peserta magang serta warga binaan yang telah melalui proses asesmen dan dinyatakan memenuhi syarat untuk terlibat dalam kegiatan luar tembok. Pelibatan warga binaan ini tidak hanya sebagai bentuk pembinaan kemandirian dan tanggung jawab sosial, tetapi juga sebagai sarana menumbuhkan rasa kepedulian terhadap lingkungan dan tempat ibadah.


Sejak pagi hari, seluruh peserta kerja bakti tampak antusias melaksanakan kegiatan yang difokuskan pada pembersihan halaman dan area dalam dan luar masjid. Kegiatan meliputi penyapuan dan pembersihan halaman, perapian taman sekitar, pembersihan tempat wudhu, hingga pengepelan serta penataan kembali perlengkapan ibadah di dalam Masjid. Suasana kebersamaan terlihat jelas ketika petugas dan warga binaan bekerja berdampingan, saling membantu menyelesaikan setiap bagian pekerjaan.



“Kegiatan kerja bakti ini bukan hanya sekadar membersihkan tempat ibadah, tetapi juga menjadi momentum untuk menanamkan nilai kebersamaan, kepedulian, dan tanggung jawab sosial kepada warga binaan. Kami ingin mereka belajar bahwa keberadaan mereka tetap dapat memberikan manfaat positif bagi masyarakat,” ujar Kalapas Sarolangun Ibnu Faizal.



Melalui kegiatan kebersihan ini, jajaran petugas Lapas Sarolangun menunjukkan komitmen untuk terus menghadirkan pembinaan yang humanis dan berdampak nyata. Selain menciptakan lingkungan tempat ibadah yang bersih dan nyaman menjelang Ramadhan, kegiatan ini juga menjadi sarana pembelajaran bagi warga binaan untuk meningkatkan kesadaran spiritual dan sosial.



Dengan semangat gotong royong dan kebersamaan, kerja bakti di Masjid At-Taubah dan Masjid Nurul Iman diharapkan dapat menjadi langkah awal menyambut Ramadhan 1447 Hijiriah dengan hati yang bersih, lingkungan yang terawat, serta komitmen bersama untuk terus menebarkan kebaikan di tengah masyarakat.






Songsong Ramadhan 1447 Hijriah, Keluarga Besar Lapas Sarolangun Goro Bersihkan Masjid


Sarolangun — Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Sarolangun Kembali menggelar kegiatan bakti sosial berupa pemeriksaan kesehatan dan pengobatan gratis bagi masyarakat sekitar Lapas, Rabu (11/2). Kegiatan ini dilaksanakan di area parkir pengunjung, giat ini sebagai wujud kepedulian sosial institusi terhadap kesehatan masyarakat sekaligus mempererat hubungan antara Lapas dan warga setempat.



Sejak pagi hari, warga sekitar serta pengunjung Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) yang datang ke Lapas Sarolangun tampak antusias mendatangi lokasi pelayanan kesehatan. Mereka mendapatkan layanan pemeriksaan tekanan darah, konsultasi kesehatan, serta pengobatan dasar secara gratis. Tim medis dari klinik Lapas Sarolangun dibantu oleh petugas terkait melayani masyarakat dan pengunjung dengan ramah dan profesional.


Kegiatan ini dimaksud untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kesehatan serta memberikan akses layanan kesehatan bagi warga maupun keluarga WBP yang membutuhkan. Selain itu, bakti sosial ini juga menjadi aksi nyata kontribusi Lapas Sarolangun dalam mendukung kesehatan masyarakat di lingkungan sekitarnya.



Dokter di Klinik Lapas Sarolangun Lia Utami, menyampaikan bahwa kegiatan ini diharapkan bisa memberi bermanfaat bagi masyarakat dan pengunjung WBP. 


“Melalui bakti sosial ini, kami berharap dapat membantu masyarakat sekitar serta keluarga dan pengunjung WBP dalam memantau kondisi kesehatannya. Banyak yang jarang melakukan pemeriksaan rutin, sehingga kegiatan seperti ini menjadi kesempatan baik untuk mendeteksi dini berbagai masalah kesehatan. Kami berkomitmen untuk terus mendukung program kesehatan yang bermanfaat bagi masyarakat,” ujar Lia.


Kegiatan bakti sosial berjalan dengan lancar dan mendapatkan apresiasi positif dari warga serta pengunjung WBP. Ke depan, Lapas Sarolangun berencana untuk mengadakan program serupa secara berkelanjutan sebagai bentuk kepedulian sosial dan pelayanan kepada masyarakat.

Masyarakat dan Keluarga WBP Serbu Stand Pemeriksaan Kesehatan Gratis Lapas Sarolangun

Sarolangun — Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Sarolangun melaksanakan kegiatan pemeliharaan aset milik Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) berupa pembersihan area sekitar bangunan bekas Rumah Tahanan (Rutan) Sarolangun Bangko (Sarko), Senin (9/2/2026).



Kegiatan pemeliharaan ini melibatkan para Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Lapas Kelas IIB Sarolangun yang langsung dipimpin oleh Kepala Lapas Kelas IIB Sarolangun, jajaran pegawai, serta peserta magang. Pembersihan difokuskan pada area sekitar bangunan untuk menjaga kebersihan, kerapian, dan kelestarian aset negara agar tetap terawat dan tidak terbengkalai.


Kepala Lapas Kelas IIB Sarolangun, Ibnu Faizal, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk komitmen jajaran Lapas Sarolangun dalam menjaga dan memelihara Barang Milik Negara (BMN) yang berada di bawah tanggung jawab Kemenimipas.



“Pemeliharaan aset negara adalah tanggung jawab bersama. Melalui kegiatan ini, kami ingin memastikan bahwa bangunan eks Rutan Sarko tetap terjaga kondisinya, sekaligus memberikan pembinaan positif kepada WBP melalui kegiatan kerja yang bermanfaat,” ujar Ibnu Faizal.


Ia juga menambahkan bahwa keterlibatan WBP dalam kegiatan tersebut menjadi bagian dari pembinaan kemandirian dan penanaman rasa tanggung jawab terhadap lingkungan sekitar.


Sementara itu, Kepala Urusan Umum, Robert Sandria, menjelaskan bahwa kegiatan pembersihan ini merupakan langkah preventif untuk menjaga nilai dan fungsi aset agar tetap optimal.


“Pemeliharaan rutin seperti ini penting agar aset negara tidak mengalami kerusakan akibat lingkungan dan waktu. Dengan kondisi yang bersih dan terawat, aset BMN tetap memiliki nilai guna dan siap dimanfaatkan sesuai kebutuhan ke depan,” jelas Robert.


Dengan adanya kegiatan pemeliharaan ini, Lapas Kelas IIB Sarolangun berharap pengelolaan aset Kemenimipas dapat berjalan lebih tertib, efektif, dan berkelanjutan, serta memberikan dampak positif bagi pembinaan WBP dan lingkungan sekitar.


Agar Nilai Guna Tetap Terjaga, Kalapas Sarolangun Kerahkan Jajaran dan WBP Pelihara Aset Kemenimipas


SarolangunDalam upaya mendukung program ketahanan pangan nasional, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Sarolangun kembali melaksanakan kegiatan panen hasil pembinaan kemandirian berupa ikan patin dan sayur kangkung. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada hari Rabu, 04 Januari 2026 bertempat di area lahan ketahanan pangan Lapas Sarolangun.



Pada kegiatan panen kali ini, berhasil dipanen sebanyak 50 kilogram ikan patin dari kolam budidaya milik Lapas. Hasil panen tersebut langsung disalurkan ke dapur pendomama untuk memenuhi kebutuhan konsumsi warga binaan pemasyarakatan (WBP) dalam sekali makan. Selain ikan patin, para WBP juga melakukan panen kangkung sebanyak 60 kilogram yang ditanam di area perkebunan Lapas.


Seluruh proses panen dilakukan secara langsung oleh WBP yang tergabung dalam program pembinaan kemandirian. Kegiatan ini bertujuan untuk melatih keterampilan, kedisiplinan, serta menumbuhkan semangat produktivitas bagi para WBP selama menjalani masa pembinaan.



Pelaksanaan kegiatan panen tersebut berlangsung dengan tertib dan terarah di bawah pengawasan langsung Sudomo selaku Kepala Subseksi Kegiatan Kerja (Kasubsi Giatja) dan M. Juliardi Kurniawan sebagai petugas pembina kegiatan.


Kasubsi Kegiatan Kerja, Sudomo, menyampaikan apresiasinya terhadap keberhasilan panen ini. “Dengan adanya sentra ketahanan pangan ini, Lapas Sarolangun dapat berkontribusi untuk melaksanakan program Bapak Presiden melalui Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas), khususnya dalam mendukung ketersediaan pangan yang mandiri dan berkelanjutan,” ujarnya.



Menurutnya, program ketahanan pangan di Lapas Sarolangun tidak hanya bermanfaat untuk memenuhi kebutuhan internal, tetapi juga menjadi sarana pembinaan yang efektif bagi WBP agar memiliki keterampilan yang dapat dimanfaatkan setelah kembali ke masyarakat.


Kegiatan panen ini merupakan salah satu bentuk nyata komitmen Lapas Sarolangun dalam mendukung ketahanan pangan sekaligus mengoptimalkan pembinaan kemandirian bagi WBP. Ke depannya, program serupa akan terus dikembangkan agar dapat memberikan manfaat yang lebih luas, baik bagi lingkungan Lapas maupun masyarakat sekitar.

Dukung Ketahanan Pangan, WBP Lapas Sarolangun Kembali Panen Ikan Patin dan Sayur Kangkung

Langganan Berita via Email